Teknik Informatika

Translate

This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Tampilkan postingan dengan label Manajemen Proyek. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Manajemen Proyek. Tampilkan semua postingan

Senin, 14 Desember 2020

Penutupan Proyek

 Assalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh 

Hii guys!!

Jika menjalankan suatu proyek, dan setelah proyek tersebut selesai maka akan ada penutupan proyek. Nah, kali ini saya akan share mengenai penutupan proyek.

Berikut penjelasan selengkapnya ya!


Penutupan Proyek



        Penutupan proyek merupakan akhir dari kegiatan proyek. Pada intinya tahapan penutupan proyek ini adalah memberikan laporan tentang hasil apa saja yang diperoleh dari suatu rangkaian aktivitas proyek. Pada tahap ini harus diyakinkan bahwa semua deliverable proyek telah dipenuhi. Semua pekerjaan yang belum terselesaikan (outstanding task) harus segera dicatat dan kemudian diselesaikan. Setelah semua pekerjaan dinyatakan selesai dalam bentuk dokumen laporan resmi, maka langkah terakhir adalah pembubaran tim proyek.
        Penutupan proyek memiliki berbagai alasan, diantaranya adalah sebagai berikut:
  • Proyek selesai lebih cepat dari jadwal dan diserahkan kepada sponsor pengguna
  • Sejak dini ditinggalkan karena alasan teknis yang menghambat pencapaian tujuan inti
  • Hal ini tiba-tiba menemukan bahwa kelompok lain menerbitkan hasil di daerah inti yang meiliki kesamaan minat
  • Peneliti utama atau orang yang tiba-tiba berhenti dan equivalen proyek tidak dapat melanjutkan seperti yang direncanakan dan proyek harus dihentikan, seperti menempatkan penahanan yang akan menjadi kontra produktif
  • Tak terduga kehilangan manusia, dana dan sumber daya berharga lainnya
  • Berbagai masalah dapat diatasi mungkin memaksa penghentian proyek
  • Review sementara menunjukkan proyek tidak akan membantu mencapai tujuan yang diinginkan
        Proses penutupan proyek adalah sebagai berikut :
  1. Beberapa aktifitas diantaranya
  • Mengarsipkan file proyek
  • Mendokumentasikan hal-hal yang menjadi pelajaran lesson learned
  • Menerima persetujuan hasil pekerjaan secara formal 
       2. Manajer proyek melakukan serah terima hasil pekerjaan berupa:

  • Laporan pelaksanaan pekerjaan
  • Laporan penyelesaian pekerjaan
  • Berita acara penyelesaian pekerjaan
  • Berita acara serah terima pekerjaan
      3. Pembubaran tim proyek

    Kegiatan Utama Selama Fase Penutupan Proyek
        Ada banyak kegiatan penting yang dilakukan pada fase penutupan proyek. Rinciannya adalah sebagai berikut:
  1. Penerimaan Deliverables, ini adalah tindakan paling penting yang diambil selama fase penutupan proyek. Proyek kiriman ditinjau oleh pelanggan sesuai dengan kriteria penerimaan setuju, dan secara resmi diterima. 
  2. Menyelesaikan Studi, penting bahwa selama proyek secara resmi selesai pada tahap penutupan proyek, sebelum tim proyek ditugaskan untuk proyek. Agar studi yang didokumentasikan dengan baik, kuisioner mungkin diedarkan kepada para pemangku kepentingan untuk penyelesaian. 
  3. Laporan proyek, sebuah laporan proyek selesai pada fase penutupan proyek yang disampaikan kepada sponsor proyek. Dokumen ini pada dasarnya mencakup ringkasan proyek, mulai dari inisiasi sampai penutupan.
    Kegiatan Selama Tahap Penutupan Proyek 
  1. Update dan Dokumen Arsip, dokumen-dokumen proyek disiapkan di inisiasi proyek, dan diubah atau diperbarui sebagai proyek dijalankan, sampai fase penutupan proyek. Memperbarui dokumen proyek sangat penting, sehingga berguna untuk proyek-proyek masa depan. Akhirnya, dokumen tersebut diarsipkan untuk referensi di masa mendatang. 
  2. Kegiatan lainnya, kegiatan penting lainnya yang dilakukan selama penutupan proyek mencakup finalisasi pengadaan, isi terbuka, pelatihan pelanggan mengenai kiriman, rilis atau penugasan kembali sumber daya, penilaian proyek tim, kinerja vendor, pembayaran akhir untuk kontraktor, dan administrasi penutupan. 


Oke guys cukup sekian pembahasan mengenai penutupan proyek
Terimakasih dan semoga bermanfaat yaa!
See u on my next blog guys!
Wassalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh



Selasa, 08 Desember 2020

Mengenal Apa Itu Manajemen Pengadaan Proyek

 Assalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh

Hii guys!!

Sesuai dengan judul diatas, kali ini saya akan share mengenai  Apa Itu Manajemen Pengadaan Proyek yang wajib banget buat kalian ketahui

Berikut penjelasan selengkapnya guys!


 Manajemen Pengadaan Proyek



    Sebelum membahas aktivitas dari Manajemen Pengadaan, kita harus mengetauhi terlebih dahulu apa sih manajemen pengadaaan?

Manajemen Pengadaan adalah suatu proses yang menjamin tersedianya barang maupun jasa dari luar yang dibutuhkan oleh proyek. Manajemen pengadaan diperlukan pada proses perencanaan, pelaksanaan, dan proses penyerahan proyek. Termasuk kedalamnya adalah pembelian dan outsourcing. 

    Suatu tim proyek melakukan outsource karena adanya motifasi sebagai berikut.

  • Untuk mengurangi biaya tetap dan biaya rutin
  • Agar organisasi fokus terhadap bisnis intinya
  • Untuk mengakses keahlian dan teknologi 
  • Untuk fleksibilitas 
  • Untuk meningkatkan akuntabilitas
Berikut merupakan aktivitas dari manajemen pengadaan:
  1. Perencanaan Pengadaan, yaitu menerapkan apa saja yang perlu disediakan, dan kapan harus dilakukan. Memilih pemasok dan menetapkan kontrak kesepakatan kerja. 
  2. Perencanaan Permintaan (Solicitation Planning), yaitu mendokumentasi permintaan produk dan mengidentifikasi sumber-sumber potensial, mendokumentasikan pengadaan dalam bentuk Request for Proposal (RFP) dan mengembangkan kriteria evaluasi
  3. Permintaan (Solititation), yaitu proses melakukan permintaan terhadap kebutuhan-kebutuhan yang diperlukan dalam pelaksanaan proyek
  4. Seleksi Sumber, yaitu memilih suplier-suplier potensial, mengevaluasi prospek suplier dan negosiasi kontrak
  5. Penyelesaian Kontrak, yaitu melakukan verifikasi produk dan audit kontrak.
Perencanaan Pengadaan 
  • Identifikasi kebutuhan-kebutuhan proyek tentang produk/jasa yang akan dipenuhi dari luar organisasi
  • Jika tidak ada kebutuhan produk/jasa dari luar berarti tidak ada proses manajemen pengadaan 
Selain perencanaannya, berikut merupakan rencana manajemen pengadaan 
  • Menggambarkan bagaimana proses pengadaan akan dikelola, dari mengembangkan dokumentasi untuk pemesanan keluar atau mengadakan kontrak. 
  • Berisi berbagai hal berdasarkan kebutuhan proyek 
Statement Of Work (SOW)
    SOW adalah deskripsi dari pekerjaan yang diinginkan untuk pengadaan. Sebuah SOW adalah salah satu tipe dari statemen ruang lingkup. Sebuah SOW yang baik akan memberikan pemanahan yang lebih baik bagi pembeli. Berikut merupakan bagian-bagian dari SOW :
  • Scope of Work, yaitu menggambarkan pekerjaan menjadi lebih detail. Menjelaskan hardware dan software yang digunkan dan menjadikan pekerjaan lebih operasional 
  • Location of Work, yaitu menggambarkan kemana pekerjaan harus dicapai. Menjelaskan lokasi hardware dan software, dan dimana orang-orang harus bekerja
  • Period of Performance, yaitu menjelaskan kapan pekerjaan dimulai dan selesai, jam kerja, jumlah jam yang dapat digunakan per minggunya, kemana pekerjaan harus dicapai, dan dikaitkan dengan informasi jadwal 
  • Deliverables Schedule, yaitu daftar hasil pekerjaan yang harus diserahkan, menggambarkannya lebih detail, dan kapan harus diserahkan 
  • Applicable Standards, yaitu menjelaskan standar khusus pada beberapa perusahaan atau industri yang relevan untuk mencapai pekerjaan 
  • Acceptance Criteria, yaitu menggambarkan bagaimana menetapkan kriteria pekerjaan yang dapat diterima
  • Special Requirement, yaitu menjelaskan permintaan khusus seperti sertifikasi hardware atau software, syarat minimal lulusan atau pengalaman personel, permintaan pengangkutan dan sebagainya. 
Proses Manajemen Pengadaan 
    Manajemen pengadaan proyek mendapatkan barang atau jasa untuk sebuah proyek yang berasal dari luar organisasi yang menjalankan proyek tersebut. Proses-prosesnya adalah sebagai berikut :
  1. Perencanaan pengadaan menentukan apa yang akan diadakan kapan dan bagaimana pengadaannya
  2. Melakukan pengadaan mendapatkan respon penjual memilih penjual dan membuat kontrak 
  3. Mengadministrasikan pengadaan mengelola relasi dengan penjual memonitor kontrak dan membuat perubahan sesuai keinginan
  4. Mengakhiri pengadaan melengkapi dan menetapkan setiap kontrak
Dokumen Pengadaan 
  • Request for Proposal, digunakan untuk memperoleh proposal dari penjual yang sesuai
  • Request for Quotes, digunakan untuk memperoleh penawaran dari penjual yang sesuai    



Oke guys itu tadi penjelasan mengenai Manajemen Pengadaan Proyek 
Terimakasih dan semoga bermanfaat ya!
See u on my next blog guys!!
Wassalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh 

Senin, 30 November 2020

Tahapan Manajemen Resiko Proyek

 Assalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh

Hollaa guys!

Seperti minggu-minngu sebelumnya, saya selalu share mengenai Manajemen Proyek. Nah, kali ini saya akan share mengenai Tahapan Manajemen Resiko Proyek

Berikut penjelasan selengkapnya ya!


Tahapan Manajemen Resiko Proyek 


    

        Risiko merupakan kombinasi dari kemungkinan suatu kejadian dan akibat dari kejadian tersebut dengan tidak menutup kemungkinan bahwa ada lebih dari satu akibat yang mungkin terjadi untuk satu kejadian tertentu. Pada umumnya risiko dipandang dari perspektif negatif, seperti kehilangan, bahaya, kerugian, kegagalan dan sebagainya. Hal-hal tersebut pada prinsipnya merupakan bentuk ketidakpastian yang mestinya dipahami dan dikelola secara efektif sehingga dapat menjadi nilai tambah lagi organisasi. 
        Manajemen resiko pada proyek meliputi langkah memahami dan mengidentifikasi masalah potensial yang mungkin terjadi, mengevaluasi, memonitoring dan menangani risiko. Manajemen risiko yang proaktif artinya menjawab bagaimana orang secara aktif berusaha mengurangi risiko serta memperbaiki tingkat probabilitas keberhasilan pelaksanaan proyek. 
        Tujuan manajemen resiko proyek adalah meminimalisir potensi resiko negatif dan memaksimalkan potensi resiko positif. Risiko negatif adalah memahami potensi masalah yang mungkin terjadi dalam proyek dan bagaimana risiko menghambat keberhasilan proyek, misalnya asuransi dan investasi. Resiko positif biasanya berbentuk dalam satu peluang. Selain tujuan, manajemen resiko juga memiliki tahapan. Berikut tahapan manajemen resiko proyek : 

1. Perencanaan Manajemen Resiko
        Perencanaan meliputi langkah memutuskan bagaimana mendekati dan merencanakan kegiatan manajemen risiko untuk sebuah proyek. Untuk membuat perencanaan manajemen risiko, ada beberapa hal yang diperlukan, yaitu 
  • Project Carter 
  • Kebijakan manajemen risiko
  • Susunan peran dan tanggung jawab
  • Toleransi stakeholder terhadap risiko
  • Tamplate untuk rencana manajemen risiko organisasi
  • Work Breakdown Structure (WBS) 
        Output dari perencanaan manajemen risiko adalah Risk Manajement Plan yang berisi :
  • Metodologi yang menguraikan definisi alat, pendekatan, sumber daya yang mungkin digunakan dalam manajemen risiko proyek tertentu. 
  • Peran dan tanggung jawab yang menguraikan tanggung jawab dan peran utama serta pendukung berikut kenaggotaan tim manajemen risiko untuk setiap tindakan. 
  • Budget yang berisi rencana anggaran untuk manajemen risiko proyek
  • Waktu yang berisi rencana waktu pelaksanaan proses menejemen risiko di sepanjang siklus proyek.
  • Scoring dan intepretasi yang menguraikan metode skoring dan intepretasi yang sesuai tipe dan waktu analisis risiko kualitatif maupun kuantitatif .
2. Identifikasi Resiko
        Identifikasi risiko dapat dilakukan dengan analisis sumber risiko dan analisis masalah. Analisis sumber resiko yaitu analisis risiko dengan melihat darimana risiko berasal. Untuk dapat mengidentifikasi risiko setidaknya ada empat metode yang digunakan, yaitu :
  • Identifikasi risiko berdasarkan tujuan
  • Identifikasi risiko berdasarkan skenario
  • Identifikasi risiko berdasarkan Taksonomi
  • Common risk check  
3. Analisis Kualitatif
        Analisis kualitatif dalam manajemen risiko adalah proses menilai dampak dan kemungkinan risiko yang sudah diidentifikasi. Proses ini dilakukan dengan menyusun risiko berdasarkan dampaknya terhadap tujuan proyek. Analisis ini merupakan cara prioritisasi risiko sehingga membentuk gambaran risiko yang harus mendapat perhatian khusus dan cara merespon risiko tersebut seandainya terjadi.

4. Analisis Kuantitatif
        Analisis risiko secara kuantitatif merupakan metode untuk mengidentifikasi risiko kemungkinan kegagalan sistem dan memprediksi besarnya kerugian. Secara matematis penghitungan risiko dilakukan dengan mengalikan tingkat kemungkinan kejadian dengan dampak yang ditimbulkan. Hasil analisis ini dapat digunakan untuk mengambil langkah strategis dalam mengatasi risiko yang teridentifikasi. Kesulitan utama dalam analisis resiko kuantitatif adalah pada saat menentukan tingkat kemungkinan karena data-data statistik belum tentu tersedia untuk semua peristiwa. 

5. Perencanaan Respon Terhadap Resiko
        Tahapan ini merencanakan langkah yang harus diambil dalam rangka meningkatkan kesempatan dan mereduksi ancaman untuk tercapainya tujuan proyek.

6. Pengawasan dan Pengendalian Resiko
        Pengawasan dan pengendalian risiko adalah tahapan mengawasi dan mengidentifikasi risiko yang belum teridentifikasi sebelumnya, risiko baru, sambil menjalankan rencana respon terhadap resiko, serta mengevaluasi keefektifan strategi resiko yang diambil selama proyek berlangsung. 




Oke guys itu tadi pembahasan mengenai Tahapan Manajemen Resiko Proyek
Terimakasih dan semoga bermanfaat yaa!!
See u on my next blog guys!!
Wassalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh 



Senin, 23 November 2020

Tahapan Manajemen Komunikasi Proyek

 Assalaamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh

Hii guys!! Kalau di minggu sebelumnya kita membahas manajemen sumber daya manusia, kali ini kita akan bahas tentang Manajemen Komunikasi Proyek, yaitu Tahapan dalam Manajemen Komunikasi Proyek

Baca selengkapnya ya!


Tahapan Manajemen Komunikasi Proyek

 


        Manajemen komunikasi proyek adalah kompetensi yang harus dimiliki manajer proyek dengan tujuan utama adalah agar adanya jaminan bahwa semua informasi mengenai proyek akan sampai tepat pada waktunya, dibuat dengan tepat, dikumpulkan, dibagikan, disimpan, dan diatur dengan tepat pula. Hal ini menciptakan hubungan yang penting antara orang-orang, ide, dan informasi yang diperlukan supaya proyek berakhir dengan sukses.

        Manajemen komunikasi proyek memiliki Tahapan Manajemen Proyek yang terdiri dari perencanaan komunikasi (communication planning), distribusi informasi, palaporan kinerja, dan mengelola stakeholders. 

1. Perencanaan Komunikasi (Communication Planning)

        Mendefinisikan kebutuhan komunikasi dan informasi diantara stakeholder sebuah proyek. Proses ini biasanya terjadi sebagai bagian dari Grup Proses Perencanaan. Perencanaan komunikasi merupakan proses yang sangat penting dalam proyek, mengingat seringnya kegagalan proyek terkait dengan kegagalan komunikasi. Perencanaan komunikasi yang terdapat pada proyek dibagi menjadi dua, yaitu secara internal dan secara eksternal.

        Komunikasi internal dilakukan kepada anggota yang terdapat dalam organisasi proyek. Bentuk komunikasi internal terdiri dari tiga, bentuk komunikasi internal yang pertama adalah formal atau tidak formalnya komunikasi, yang kedua adalah tertulis atau tidak tertulisnya komunikasi, dan bentuk komunikasi internal yang ketiga yaitu komunikasi dilakukan secara vertikal atau horizontal. 

        Komunikasi ekternal dilakukan kepada stakeholder pada proyek ini antara lain komunikasi kepada owner, subkontraktor, supplier, serta pihak terkait lainnya seperti karyawan ataupun pemakai proyek. Bentuk komunikasi eksternal yang digunakan antara lain adalah rapat, laporan, memo, dan lain-lain. 

2. Distribusi Informasi

        Setelah melakukan perencanaan komunikasi, hasil yang diperoleh adalah rencana manajemen komunikasi. Tahap selanjutnya adalah pendistribusian informasi. Dalam melakukan pendistribusian informasi dibutuhkan input berupa perencanaan manajemen komunikasi dengan menggunakan alat dan teknik berupa kemampuan komunikasi, proses pembelajaran, serta sistem informasi. Hasil atau output dari proses distribusi informasi ini adalah proses atau alur komunikasi dari organisasi proyek dan perubahan permintaan. Bentuk distribusi informasi pada proyek ada beberapa macam, yaitu rapat (meetings), distribusi dokumen berupa hardcopy, distribusi data melalui media elektronik (E-mail, mesin fax, dll). 

    Isu penting dalam distribusi informasi 

  • Penggunaan teknologi
  • Cara formal atau informal
  • Penanganan informasi yang sangat penting agar dapat didistribusikan dengan efektif dan tepat waktu
  • Memilih media yang cocok untuk berkomunikasi
  • Pemahaman akan teknik komunikasi individual atau berkelompok
  • Teknik menyampaikan berita "buruk"  

3. Pelaporan Kerja

        Proses mengumpulkan dan menyebarkan informasi kinerja proyek, termasuk didalamnya status reports (pelaporan status), progress measurements (pengukuran kemajuan), dan peramalan.

  •  Status Reports, yang berisi tentang sejauh mana proyek sudah berjalan dalam kerangka ruang lingkup, waktu, dan biaya. 
  • Progress Measurements, menggambarkan sejauh mana tim proyek sudah menyelesaikan pekerjaannya. Biasanya berupa laporan rutin.
  • Peramalan, berisi gambaran kecenderungan proyek akan berhasil atau tidak berdasarkan apa yang sudah dikerjakan sampai titik tertentu ketika proses sudah berjalan. Proses ini terjadi dalam monitoring dan pengendalian proses grup. Inti dari pelaporan kinerja yaitu mengumpulkan dan menyebarkan informasi kinerja. 

4. Mengelola Stakeholder

        Mengelola Stakeholder adalah proses mengelola komunikasi untuk memenuhi kebutuhan dan harapan stakeholder dan penyelesaian isu-isu yang terjadi. Mengelola stakeholder terjadi dalam monitoring dan pengendalian proses grup. Mengelola stakeholder berkaitan dengan memuaskan kebutuhan para stakeholder proyek dan menyelesaikan setiap isu yang diangkat oleh stakeholder proyek.


        Titik pentingnya adalah bahwa semua komunikasi harus efektif, akurat, dan perhatian dari persyaratan proyek. Proses proyek komunikasi menyediakan metodologi untuk berhasil menerapkan strategi komunikasi proyek Anda, selain meyakinkan stakeholder informasi dan terlibat dalam proyek. Dengan menggunakan proses komunikasi, kita dapat jelas mengidentifikasi proyek kita, indentifikasi stakeholder kebutuhan komunikasi kita, menjalankan jenis aktivitas komunikasi untuk mengirimkan pesan, dan pastikan orang yang tepat menerima informasi yang tepat pada waktu yang tepat.



Oke guys itu tadi pembahasan mengenai Tahapan Manajemen Komunikasi Proyek 

Terimakasih dan semoga bermanfaat yaa!

See u on my next blog guys!!

Wassalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh 

Selasa, 17 November 2020

Mengenal Manajemen Sumber Daya Manusia

 Assalaamu'alaikum Warahamatullahi Wabarakatuh 

Hii guys!! Kali ini saya akan share mengenai Manajemen sumber daya manusia. Berikut penjelasan selengkapnya!


Manajemen Sumber Daya Manusia

 

    
A. Definisi Manajemen Sumber Daya Manusia   
     Manajemen sumber daya manusia dalam proyek adalah proses mengorganisasikan dan mengelola atau menempatkan orang-orang yang terlibat dalam proyek, sehingga orang tersebut dapat dimanfaatkan potensinya secara efektif dan efisien. SDM dalam sebuah proyek antara lain sponsor, pelanggan, anggota tim proyek, staf pendukung (jika ada), supplier, dan lain-lain. SDM menentukan keberhasilan dan kegagalan organisasi dan proyek. Maka dari itu, SDM dalam proyek ini sangat diperlukan dan harus sesuai dengan potensi masing-masing. 

B. Tahapan Manajemen SDM 
    1. Perencanaan SDM yaitu mengidentifikasi dan mendokumentasikan peranan seseorang dalam                               proyek, tanggung jawabnya dan bagaimana relasi pelaporan orang tersebut dengan orang lain  dalam                    proyek. 
    2. Akuisisi Tim Proyek, yaitu usaha untuk mendapatkan SDM sesuai kebutuhan untuk menyelesaikan                        proyek.
    3. Membangun Tim Proyek, tahapan ini berfungsi untuk meningkatkan kompetensi dan interaksi                               anggota tim proyek, baik secara individual maupun secara berkelompok untuk meningkatkan kinerja proyek. 
    4. Mengelola Tim Proyek, yaitu dengan memantau kinerja tim proyek dengan memberikan masukan  atau                motivasi, solusi ataupun sekedar koordinasi dalam rangka meningkatkan kinerja proyek. 

C. Perencanaan Organisasional
    Perencanaan organisasioanal mencakup identifikasi dan dokumentasi peran proyek, tanggung jawab, dan hubungan pelaporan. Pada tahap ini yang perlu direncanakan antara lain sebagai berikut:

  • Tanggung jawab masing-masing tim
  • Kapan dibutuhkan
  • Identifikasi apakah dibutuhkan training untuk orang tersebut atau tidak
  • Rencana  renumerasi dan reward
  • Cara menilai kinerja seseorang
  • Kriteria bagaimana menghentikan seseorang
Hasil dari perencanaan organisasional ini yaitu adanya struktur organisasi proyek, rencana manajemen staf, matriks tanggung jawab, dan histogram SDM. 

D. Akuisisi Tim Proyek dan Membangun Tim Proyek
        Akuisisi tim proyek terdiri dari Resource Loading dan Resouce Living. Resource Loading mengacu pada jumlah sumber daya manusia yang ada berkaitan dengan jadwal pekerjaan proyek pada perioda tertentu. Resource Living adalah teknik untuk menyelesaikan masalah konflik kebutuhan sumber daya dengan menunda suatu pekerjaan. Tujuan utama dari resource living adalah agar pendistribusian sumber daya lebih merata dan mereduksi overallocation. 
       Tujuan utama membangun tim proyek adalah agar tiap orang yang berada dalam tim dapat bekerja sama dengan efektif demi meningkatkan kinerja proyek. Membangun tim proyek meliputi traning, team building activities, reward & recognition systems.

E. Alat Bantu & Teknik Pengelolaan Tim Proyek serta Kunci Pengelolaan Orang
    Alat bantu & teknik pengelolaan tim terdiri dari :

  • Observasi dan percakapan
  • Penilaian kinerja proyek
  • Manajemen Konflik
    Kunci pengelolaan orang dalam sebuah tim meliputi bidang penting yang berkenaan dengan manajemen proyek yaitu:

  • Teori motivasi
  • Pengaruh dan kekuasaan 
  • Keefektifan 
    Motivasi terdiri dari motivasi intrinsik dan ekstrinsik. Motivasi intrinsik menyebabkan orang berpartisipasi dalam suatu aktivitas untuk kepuasan mereka sendiri. Motivasi ekstrinsik menyebabkan orang yang melakukan sesuatu karena imbalan atau menghindari hukuman.

F. Pengaruh dari Manajer Proyek
        Dalam menjalankan suatu proyek, tentunya ada seorang menejer. Berhasil atau gagalnya sebuah proyek juga berpengaruh dari manajer proyek. Pengaruh dari menejer itu sendiri adalah proyek cenderung akan berhasil apabila manejer proyek mempengaruhi orang dengan keahlian/kepakaran dan tantangan kerja. Dan proyek cenderung gagal apabila manajer proyek terlalu mengandalkan otoritas/kewenangan, uang, dan hukuman. 
        Selain pengaruh manajer proyek, tim juga memiliki pengaruh terhadap keberhasilan atau kegagalan suatu proyek. Oleh karena itu, tim harus fokus pada tujuan rapat dan usahakan memberikan hasil positif. Selain itu, perbaiki masalah adalah jalan keluar jika adanya kendala, bukan dengan menyalahkan seseorang yang membuat masalah. Lakukan rapat rutin dan efektif. Dorong agar anggota tim selalu bekerja sama dan saling menolong. Dan berikan penghargaan terhadap pencapaikan pribadi maupun kelompok. Hal-hal tersebutlah yang dapat membuat proyek akan berhasil. 


Oke guys cukup sekian pembahasan Manajemen Sumber Daya Manusia
Terimakasih sudah membaca, semoga bermanfaat!!
See u on my next blog guys!
Wassalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh


Selasa, 03 November 2020

Mengenal Lebih Dalam Tentang Manajemen Kualitas Proyek

 Assalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh

Hii guys!!

Minggu lalu kita sudah membahas mengenai Manajemen Biaya Proyek, dan kali ini kita akan membahas tentang Manajemen Kualitas Proyek

Berikut penjelasan selangkapnya 


Manajemen Kualitas Proyek



A. Jaminan Kualitas Proyek
        Jaminan kualitas proyek merupakan semua aktifitas yang dilakukan oleh organisasi proyek untuk memberikan jaminan tentang kebijakan kualitas, tujuan dan tanggung jawab dari pelaksanaan proyek agar proyek dapat memenuhi kebutuhan yang sudah disepakati. Pengertian kualitas itu sendiri adalah derajat dari beberapa karakteristik pemenuhan requairement. Kualitas yang dimaksud disini biasanya memiliki hubungan keterkaitan yang sangat erat dengan sejumlah standar internasional, seperti contohnya adalah memenuhi ISO sebagai panduan sistem manajemen mutu, misalnya dalam pembuatan aplikasi diperhatikan kaidah baku software engineering yang memenuhi software quality assurance. 
        Kemudian dapat pula diartikan sebagai totalitas ekspektasi yang diharapkan oleh pemrakarsa atau sponsor proyek, dalam arti kata mereka yang termasuk didalam stakeholder proyek mendefinisikan harapan-harapannya terhadap hasil dari proyek yang dikerjakan. Jaminan kualitas proyek terdiri dari beberapa aktifitas, yaitu :
  • Quality Planning, yaitu aktifitas mengidentifikasi standar kualitas untuk pelaksanaan proyek dan bagaimana memenuhinya 
  • Perform Quality Assurance, yaitu aktifitas mengimplementasikan rencana jaminan kualitas agar proyek memenuhi semua requairement 
  • Perform Quality Control, yaitu aktifitas memonitor hasil pelaksanaan proyek apakah memenuhi standar kualitas atau tidak
B. Tahapan Manajemen Kualitas
    1. Perencanaan Kualitas
        Perencanaan kualitas merupakan proses mengidentifikasi standar kualitas yang releven dengan                           proyek yang sedang dikerjakan, dan menentukan bagaimana agar dapat memenuhi standar kualitas                    tersebut. 
    2. Penjaminan Kualitas
        Penjaminan kualitas merupakan proses menjalankan apa yang sudah direncanakan untuk                                   menjamin bahwa tim proyek sudah menjalankan semua proses yang dibutuhkan untuk memenuhi                        standar kualitas yang relevan. 
    3. Pengendalian Kualitas 
        Pengendalian kualitas merupakan proses memonitor hasil proyek yang spesifik untuk memeriksa                            apakah sudah memenuhi kualifikasi standar relevan yang sudah disepakati dan mengidentifikasi                            cara untuk meningkatkan kualitas secara menyeluruh. 

C. Sistem Manajemen Mutu ISO 9001
        ISO 9001 adalah standar sistem manajemen mutu yang diakui secara Internasional, yang merupakan tolak ukur global untuk sistem manajemen mutu. ISO 9001 menentapkan persyaratan dan rekomendasi untuk desain dan penilaian dari suatu sistem menejemen mutu. ISO 9001 bukan merupakan standar produk, karena tidak menyatakan persyaratan yang harus dipenuhi oleh sebuah produk yang berupa barang atau jasa, namun diharapkan bahwa produk yang dihasilkan dari suatu sistem manajemen kualitas Internasional, akan berkualitas baik atau standar. 

        Prinsip ISO 9001:2015 yaitu sebagai berikut:
  • Fokus pada Pelanggan (Customer Focus)
  • Kepemimpinan (Leadership)
  • Keterlibatan orang-orang (Engagement of People)
  • Pendekatan Proses (Process Approach)
  • Pengembangan Sistem (Improvement) 
  • Pengambilan Keputusan Berbasis Bukti (Evidence-based Descision Making)
  • Manajemen Hubungan dengan Berbagai Pihak (Relationship Manajement)
        Tahapan Implementasi ISO 9001 :
  • Tahapan implementasi
  • Internal Audit
  • Tinjau Manajemen (Management Review)
  • Audit oleh Badan Sertifikasi 
D. Standar ISO 9126
        ISO 9126 adalah standar terhadap kualitas perangkat lunak yang diakui secara Internasional. ISO 1926 mengidentifikasikan kualitas produk perangkat lunak, model, karakteristik mutu, dan metrik terkait yang digunakan untuk mengevakuasi dan menetapkan kualitas sebuah produk software. 
        Faktor kualitas ISO 9126 sebagai berikut :
  • Functionality (Fungsionalitas)
  • Reliability (Kehandalan)
  • Usability (Kebergunaan)
  • Efficiency (Efisiensi)
  • Maintainability (Pemeliharaan)
  • Portability (Portabilitas)
E. Contoh Alat Uji Produk 
        Contoh alat uji produk adalah User Experience Questionnaire (UEQ), merupakan alat uji atau kuisioner yang mudah dan efisien untuk mengukur pengalaman pengguna. UEQ merupakan alat yang dapat digunakan untuk mengukur kualitas dari user interface pada perangkat lunak. Yang UEQ ukur adalah daya tarik, kejelasan, efisiensi, ketepatan, stimulasi, dan kebaruan. 


Oke guys itu tadi penjelasan mengenai Manajemen Kualitas Proyek
Terimakasi sudah membaca, semoga bermanfaat
See u on my next blog Guys!!
Wassalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh
        


Selasa, 27 Oktober 2020

Manajemen Biaya Proyek yang Harus Anda Ketahui

 Assalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh 

Hii guys!! Minggu lalu kita sudah membahas mengenai Manajemen Waktu Proyek. Dan sesuai dengan judul diatas, kali ini saya akan sharing mengenai Manajemen Waktu Proyek.

Berikut penjelasan selengkapnya!

Manajemen Biaya Proyek 


A. Definisi Manajemen Biaya Proyek 
        Setiap menjalankan proyek, tentunya berkaitan dengan biaya, nah di manajemen biaya proyek ini dimana biaya dapat diatur dan dapat digunakan semestinya. Sebelum itu, kita ketahui dahulu apa sih biaya itu?
Biaya adalah semua sumber daya yang harus dikorbankan untuk mencapai tujuan spesifik atau untuk mendapat sesuatu sebagai gantinnya. Biaya pada umumnya diukur dalam satuan keuangan seperti Dollar, Rupiah, dan sebagainya. Nah untuk biaya proyek sendiri itu sangat terbatas, maka perlu dikelola dengan baik. 
        Manajemen biaya proyek meliputi proses-proses yang diperlukan untuk menjamin agar anggaran biaya yang telah disetujui cukup untuk menyelesaikan semua pekerjaan dalam lingkup proyek. Pengertian Manajemen Biaya Proyek (Project Cost Manajement) itu sendiri adalah sebuah metode yang menggunakan teknologi untuk mengukur biaya dan produktivitas melalui siklus hidup penuh proyek tingkat perusahaan. Manajemen Biaya Proyek mencakup proses-proses yang dibutuhkan untuk menjamin proyek bisa diselesaikan sesuai budget yang disetujui. Lingkup proses Manajemen Biaya Proyek meliputi :
  • Perencanaan Sumber Daya, yaitu apa dan berapa banyak sumber daya yang harus digunakan
  • Estimasi Biaya (Cost Estimating), yaitu estimasi biaya dan sumber daya yang diperlukan
  • Anggaran Biaya (Cost Budgeting), yaitu alokasi estimasi biaya ke masing-masing item pekerjaan (garis dasar pengukuran performasi)
  • Pengendalian Biaya/Pengawasan Biaya (Cost Controling), yaitu pengendalian perubahan terhadap budget proyek.  
B. Istilah Dalam Manajemen Proyek

  • Biaya Langsung
            Biaya langsung maksudnya yaitu biaya yang berkaitan dengan suatu proyek, sehingga dapat                                  ditelusuri secara tepat. Misalnya gaji karyawan proyek, pembelian barang proyek, dan  lain-lain

  • Biaya Tak Langsung
            Biaya tak langsung maksudnya yaitu biaya yang berkaitan dengan suatu proyek, tetapi tidak                                  dapat ditelusuri secara tepat. Misalnya tagihan listrik perusahaan, biaya sewa kantor untuk kegiatan                    perusahaan dan berbagai proyek.
 

C. Kelompok Pembiayaan
 
  • Biaya Tenaga Kerja
            Biaya tenaga kerja misalnya biaya untuk seorang System Analyst, Programmer, Tester, Teknisi, dan lain- lain. Biaya tenaga kerja setiap pekerja juga berbeda-beda, tergantung seberapa banyak Task yang dia kerjakan. Semakin banyak Task yang ia kerjakan, maka semakin besar pula biaya tenaga kerjanya.  

  • Biaya Pembelian Alat/Bahan
            Dalam menjalankan sebuah proyek, pastinya kita menggunakan alat. Dan dalam pembelian alat tersebut pastinya menggunakan biaya. Namun, tidak semua alat dapat dibeli. Alat yang dibeli adalah alat yang benar-benar diperlukan dalam menjalankan proyek agar biaya yang digunakan dalam proyek tersebut tidak terbuang sia-sia. Misalnya PC/Server + Monitor, HP Laser Jet Printer, PC Terminal, Microsoft SQL Server 2000, Microsoft Visual Basic 6.0, Crystal Report 8.0, Switch, Network Peripheral (Paket), dan lain-lain. 

  • Biaya Penyewaan Alat 
            Terkadang, budget yang kita miliki tidak cukup untuk membeli alat pembuatan proyek. Jadi solusinya adalah menyewa alat tersebut, agar meringankan biaya dalam pembuatan proyek. Misalnya PC Server Set, HP Laser Jet Printer, PC Terminal, Perangkat LAN, dan lain-lain.

    Setelah menentukan biaya tenaga kerja, biaya pembelian alat, dan biaya penyewaan alat, maka biaya tersebut akan di rekapitulasi biaya proyek.


Oke guys itu tadi penjelasan mengenai Manajemen Waktu Proyek
Terimakasih dan semoga bermanfaat
See u on my next blog!!
Wassalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh

 

Selasa, 20 Oktober 2020

Manajemen Waktu Proyek Beserta Tahapannya

 Assalaamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh

Hii guys!! Kali ini aku akan share mengenai Manajemen Waktu Proyek beserta Tahapannya

Berikut penjelasan selengkapnya!


Manajemen Waktu Proyek


    Dalam menjalankan sebuah proyek, pasti kita membuthkan manajemen proyek agar proyek dapat berjalan lancar, termasuk manajemen waktu proyek. Dengan adanya manajemen waktu proyek, kita dapat memanaj waktu yang kita gunakan dalam menjalankan proyek agar proyek dapat selesai pada waktu yang tepat. Lalu, apa sih arti Manajemen Waktu Proyek itu?

    Manajemen waktu proyek adalah tahapan mendefinisikan proses-proses yang perlu dilakukan selama proyek berlangsung berkaitan dengan penjaminan agar proyek dapat berjalan tepat waktu dengan tetap memperhatikan keterbatasan biaya serta penjagaan kualitas produk/servis/hasil unik dari proyek.

    Sistem manajemen waktu berpusat pada berjalan atau tidaknya perencanaan dan penjadwalan proyek, dimana dalam perencanaan dan penjadwalan tersebut telah disediakan pedoman spesifik untuk menyelesaikan aktivitas proyek dengan lebih cepat dan efesien (Clough dan Sears, 1991). Sumber daya dalam proyek kontruksi biasa disebut dengan istilah 5M, yang terdiri dari :

  • Men, yaitu manusia atau orang yang menjalankan proyek 
  • Material, yaitu bahan-bahan untuk pengerjaan kontruksi
  • Machines, yaitu mesin atau peralatan
  • Money, yaitu uang
  • Methods, yaitu cara atau metode/teknologi

    Dalam pelaksanaan suatu proyek akan banyak masalah yang tidak diperhitungkan sebelumnya yang bisa jadi dapat muncul setiap hari seperti cuaca buruk, keterlambatan pengiriman material, kerusakan peralatan, kecelakaan kerja dan kejadian lainnya yang dapat menggangu rencana dan jadwal yang telah disusun sebelumnya. Oleh karena itu, perlu dilakukan evaluasi mengenai performance pekerjaan di lapangan apakah telah sesuai atau tidak dengan rencana.  

    Manajemen waktu proyek merupakan salah satu kompetensi yang harus dimiliki oleh seorang manajer proyek. Manajemen waktu proyek dibutuhkan manajer proyek untuk memantau dan mengendalikan waktu yang dihabiskan dalam menyelesaikan sebuah proyek. Dengan menerapkan manajemen waktu proyek, seorang manajer proyek dapat mengontrol jumlah waktu yang dibutuhkan oleh tim proyek untuk membangun deliverables proyek sehingga memperbesar kemungkinan sebuah proyek dapat diselesaikan sesuai dengan jadwal yang telah ditentukan. 

Adapun Tahapan Manajemen Waktu Proyek sebagai berikut :

  • Definisikan Aktivitas Berdasarkan WBS, merupakan identifikasi jadwal aktivitas yang harus dilakukan secara spesifik untuk memproduksi hasil-hasil proyek
  • Pengurutan Aktivitas, merupakan identifikasi dan mendokumentasikan keterkaitan antar satu aktivitas dengan aktivitas lainnya
  • Estimasi Kebutuhan Aktivitas, merupakan estimasi jenis dan jumlah sumber daya yang dibutuhkan untuk melaksanakan aktivitas yang sudah terjadwal
  • Estimasi Waktu Proyek, merupakan estimasi perioda yang dibutuhkan untuk menyelesaikan pekerjaan dari setiap aktivitas
  • Membangun Jadwal, yaitu menganalisis urutan aktivitas, durasinya, sumber daya yang dibutuhkan dan tantangan pemenuhan jadwal sampai terbentuknya jadwal pelaksanaan proyek
  • Mengendalikan Jadwal, yaitu mengendalikan perubahan jadwal proyek. Mengendalikan jadwal dapat dilakukan dengan cara sebagai berikut : 
          1. Lakukan pemeriksaan jadwal secara teratur
          2. Jangan berpikir bahwa setiap orang dapat bekerja dengan kapasitas 100% setiap saat
          3. Lakukan rapat yang menyatakan kemajuan proyek dengan stakeholders dan nyatakanlah                                      keadaan dengan jelas dan jujur dalam mengkomunikasikan isu-isu yang berkaitan dengan                                  jadwal


Oke guys itu tadi penjelasan mengenai Manajemen Waktu Proyek
Semoga bermanfaat
Terimakasih and see u on my next blog!!
Wassalaamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh

Selasa, 13 Oktober 2020

3 Tahapan Manajemen Scope Proyek yang Harus Kamu Ketahui

 Assalaamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh 

Hii guys!! Kali ini saya akan share mengenai 3 Tahapan yang biasa diterapkan pada Manajemen Scope Proyek, dan kamu harus mengetahuinya!

Berikut pembahasan selengkapnya


3 Tahapan Manajemen Scope Proyek


    Manajemen Ruang Lingkup (Scope) merupakan proses mendefinisikan dan mengendalikan pekerjaan-pekerjaan apa saja yang termasuk dalam proyek dan pekerjaan-pekerjaan apa saja yang tidak termasuk dalam proyek. Manajemen Scope Proyek memiliki 3 tahapan, yaitu:

1. Tahapan Initiating
    Pada tahapan ini, proyek sedang dalam proses untuk dipilih atau disetujui, disponsori, didanai, dan diluncurkan. Tim proyek dan stakeholder proyek harus mempunyai komitmen dan kesepakatan yang sama tentang proyek yang akan dijalankan dan bagaimana proses mencapainya. Output dari tahapan ini berupa Project Charter (Bagan Proyek), yang merupakan dokumen utama identitas proyek, sekaligus merupakan ringkasan proyek. Bagan proyek minimal berisikan :
  • Judul proyek dan tanggal otorisasi
  • Nama manajer proyek dan kontak informasi
  • Statement scope secara jelas
  • Ringkasan pendekatan yang digunakan untuk mengelola proyek
  • Susunan personalia proyek dan job deskripsi
  • Tanda tangan persetujuan seluruh stakeholder proyek
  • komentar atau catatan penting

2. Tahapan Planning
    Tahapan Planning memiliki 2 aktifitas, yaitu 
  • Perencanaan Lingkup Proyek (Scope Planning), adalah proses untuk menyusun dokumen sebagai dasar penilaian proyek yang akan dilaksanakan, termasuk kriteria-kriteria yang diterapkan apabila proyek atau fase dalam proyek telah diselesaikan. Aktifitas yang dikerjakan adalah mendeskripsikan pekerjaan utama dari proyek untuk memberi batasan yang jelas antara pekerjaan mana yang termasuk dan mana yang tidak termasuk. Serta mendeskripsikan kriteria-kriteria yang harus dipenuhi untuk masing-masing pekerjaan dan rencana pengelolaan yang dilakukan untuk menjamin tercapainya kriteria tersebut.
  • Pendefinisian Lingkup Proyek (Scope Definition), adalah proses mendefinisikan lebih lanjut perkerjaan-pekerjaan apa yang diperlukan pada proyek dan kemudian merinci menjadi satuan-satuan pekerjaan. Aktifitas ini sangat berkaitan dengan penyusunan perkiraan biaya, jadwal, dan sumberdaya yang dapat mempengaruhi kebehasilan suatu proyek. Output dari aktifitas ini adalah WBS (Work Breakdown Structure) yang merupakan alat bantu untuk menganalisis perkerjaan-pekerjaan dalam proyek berbasis pada hasil atau berbasis proses/fase. WBS juga merupakan dokumen mendasar pada manajemen proyek sebab dokumen ini pada nantinya akan digunakan sebagai dasar perencanaan, penjadwalan, estimasi biaya, dan sebagainya. Pendekatan Pembuatan WBS adalah sebagai berikut:
            a. Menggunakan Guidekines, yaitu WBS disusun berdasarkan panduan yang standar
            b. Pendekatan Analogi, yaitu WBS disusun berdasarkan WBS pada proyek-proyek sejenis yang                                telah ada sebelumnya
            c. Pendekatan Top-down, yaitu menyusun WBS berangkat dari pekerjaan besar kemudian                                        dibreakdown menjadi satuan-satuan pekerjaan yang rinci
            d. Pendekatan Bottom-up, yaitu menyusun WBS berangkat dari pekerjaan-pekerjaan rinci                                        kemudian disatukan menjadi grup-grup atau kelompok pekerjaan-pekerjaan besar.
             
3. Tahapan Controlling 
    Tahapan Controling memiliki 2 aktifitas, yaitu
  • Verifikasi Scope, merupakan aktivitas untuk memeriksa apakah scope proyek sudah sesuai dengan spesifikasi dan tujuan proyek. 
  • Kontrol peribahan scope, merupakan aktivitas untuk mengendalikan perubahan-perubahan atas scope proyek yang sudah disusun, termasuk dalam hal ini prosedur-prosedur penanganannya. 

Oke guys itu tadi penjelasan mengenai 3 Tahapan Manajemen Scope Proyek yang Harus Kamu Ketahui
Semoga bermanfaat, terimakasih!
See you on my next blog!!
Wassalaamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh


Selasa, 06 Oktober 2020

Sifat dan Elemen Umum Rencana Manajemen Proyek

 Assalaamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh

Hi guys!! Wellcome back to my blog!

Kali ini saya akan membahas tentang sifat dan elemen yang terdapat pada rancangan manajemen integrasi proyek. Tidak hanya proses saja yang dibutuhkan dalam rancangan manajemen integrasi proyek, tetapi juga memiliki sifat dan elemen yang mendukung prosesnya suatu rencana manejemn integrasi proyek tersebut. Mau tau apa saja sifat dan elemennya?. Berikut penjelasannya.


SIFAT DAN ELEMEN UMUM RENCANA MANAJEMEN INTEGRASI PROYEK


Sebelum kita mengetahui apa saja sifat dan elemennya, kita harus tau ap aitu manajemen integrasi agar kita tahu yang dimaksud dengan sifat dan elemnya itu seperti apa. Manajemen integrasi proyek adalah kumpulan aktivitas dan proses yang diperlukan untuk mengidentifikasi, mendefinisi, mengombinasi, menyatukan dan mengoordinasi berbagai proses dan aktivitas manajemen proyek dalam suatu proses yang berkesinambungan di dalam group Proses Manajemen Proyek.

·         Sifat Umum Rancangan Manajemen Integrasi Proyek

Berikut ini merupakan sifat dari rencana manajemen integrasi proyek :

a.        Proyek yang akan dibuat adalah unik sehingga rencananya juga unik

b.      Rencana proyek yang akan dibuat haruslah  dinamis, fleksibel dan juga diperbaharui sejalan dengan perubahan yang terjadi saat dilaksanakannya suatu manajemen integrasi proyek

c.       Rencana proyek tersebut akan memandu eksekusi proyek karena akan membantu manager proyek dalam memimpin tim dan juga dalam mengetahui status proyek yang dijalankan. Skill yang harus dimiliki untuk pelaksana proyek :

1. Kepemimpinan.

            2. Komunikasi

            3. Skill Politis

·         Elemen Umum Rancangan Manajemen Integrasi Proyek

Selain sifat, ada juga elemen yang digunakan untuk suatu rancangan integrasi proyek yang harus kita ketahui juga gais. Berikut ini adalah elemen-elemen yang ada direncana manajemen integrasi proyek :

a.       Pendahuluan atau gambaran umum proyek. Jadi, sebelum kita melakukan suatu proyek kita harus melakukan pendahuluan dan juga gambaran umum proyek, agar proyek yang akan dibuat sesuai denga napa yang kita inginkan atau sesuai dengan gambaran umum yang telah dibuat.

b.      Deskripsi bagaimana proyek akan diorganisasikan. Dalam hal ini, suatu proyek harus diorganisasikan agar berjalan sesuai dengan tingkatan yang dilakukan. Agar tercapainya suatu proyek yang tersusun dengan baik.

c.       Proses-proses manajemen dan teknis yang akan digunakan

d.      Pekerjaan yang dilakukan, jadwal dan informasi anggaran. Ini sangat penting dan berperan didalam suatu rancangan manajemen integrasi proyek karena ini suatu proyek akan berjalan apabila memiliki pekerjaan apa yang dialkukan, jadwal dilaksanakannya suatu proyek, dan juga informasi anggaran yang sesuai denga napa yang dibutuhkan Ketika proses pembuatan suatu proyek itu berlangsung. Itulah penjelasan mengenai apa saja sifat dan elemen yang ada pada saat rancangan manajemen integritas proyek dilakukan. Karena tidak mungkin suatu proyek akan berjalan apabila sifat dan elemennya tidak terpenuhi untuk melakukan suatu rancangan proyek.            


 

 Oke guys! Cukup sekian penjelasan tentang Sifat dan Elemen Umum Rencana Manajemen Proyek

Semoga bermanfaat. Terimakasih dan See you on my next blog!!

Wassalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh

 


Selasa, 29 September 2020

7 Manfaat Manajemen Proyek yang Harus Anda Ketahui

Assalaamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh
Hello guys!!
Wellcome back to my blog. Kali ini saya akan share tentang 7 manfaat manajemen proyek yang harus kalian ketahui. Check it out!!



    Manajemen Proyek adalah penerapan dari pengetahuan, keterampilan-keterampilan, alat dan teknik pada aktifitas proyek dalam mencapai goals proyek itu sendiri. Dan dalam menjalankan sebuah proyek sebaiknya mamiliki manajemen proyek yang akan membuat proyek itu sendiri menjadi lebih terarah dan terkontrol dengan baik. Lalu, apa sih manfaat dari manajemen proyek? berikut merupakan 7 manfaat dari manajemen proyek
1. Efisiensi
    Dalam menjalankan proyek, kita pasti membutuhkan biaya, sumber daya dan juga waktu. Nah, dengan adanya manajemen proyek ini dapat mengefisiensi atau meminimalisir biaya yang digunakan dalam proyek. Begitu juga dengan sumber daya dan waktu sehingga kita dapat melajalankan aktifitas positif lainnya. 

2. Meningkatkan Kualitas
        Manfaat yang kedua yaitu meningkatkan kualitas proyek yang kita jalankan. Karena dengan adanya manajemen proyek, kualitas proyek akan menjadi lebih optimal. Beda dengan sebuah proyek yang tidak memiliki manajemen dalam melaksanakannya, maka proyek tersebut tidak akan berjalan dengan baik atau bahkan berhenti ditengah jalan. Tetapi ketika kita sudah membuat manajemen proyek maka hal itu tidak akan mungkin terjadi, karena kita sudah merancang dengan sebaik mungkin

3. Kontrol Terhadap Proyek Menjadi Lebih Baik
       Setiap kegiatan ataupun aktivitas harus sesuai dengan peraturan yang ada. Sehingga dengan adanya manajemen proyek segala proyek yang terlaksana sesuai dengan hal yang dirancang agar semuanya tidak keluar dari jalur dan tertata dengan rapi sehingga proyek yang kita jalankan terkontrol dengan baik.

4. Dapat Menekan Resiko yang Ada Sekecil Mungkin
       Tidak semua target ataupun usaha yang dilaksanakan akan berhasil dan sesuai dengan yang diharapkan. Oleh karena itu, manajemen proyek membantu meminimalisir kegagalan-kegagalan yang kemungkinan terjadi, dikarenakan sebelum melaksanakan kegiatan dan proyek tersebut sudah dirancang terlebih dahulu akan dilaksanakan seperti apa nantinya dan juga tentunya dengan mempertimbangkan keuntungan serta kerugian yang akan didapatkan setelah selesai menjalankan proyek tersebut. Bahkan memanaj sebisa mungkin hal-hal yang tidak diinginkan diakhirnya 

5. Koordinasi Internal yang Baik
        Menjalankan sebuah proyek tentunya tidak dilaksanakan secara pribadi, ada partner kerja didalamnya yang ikut berkontribusi. Dengan adanya manajemen proyek maka pembagian kerja setiap rekan akan terbagi dengan baik sebelum dilaksanakan proyek tersebut. Lalu dengan adanya pembagian kerja yang baik maka tidak akan ada kesalahpahaman dalam bekerja
        
6. Meningkatkan Produktivitas
        Ketika kita telah merancang sebuah proyek dan sudah menentukan target yang ingin dicapai, maka saat mengerjakannya akan lebih produktif dan bersungguh-sungguh. Sebab ia sudah mengetahui apa yang akan dicapai ketika ia dengan benar dan baik melaksanakan apa yang telah dirancang.

7. Meningkatkan Semangat, Tanggung Jawab, dan Loyalitas Terhadap Tim Kelompok 
        Setelah segala sesuatu terencana dengan baik, maka semangat diri akan terbawa sendiri untuk menggapai tujuan rencana, serta rasa tanggung jawab yang ada terhadap pekerjaan yang telah diamanahkan terhadap diri sendiri yang dilaksanakan dengan bekerja sama dengan tim sehingga akan muncul rasa loyalitas terhadap tim kelompok 



Nah, itu tadi 7 manfaat dari manajemen proyek. Semoga bermanfaat ya!
Terimakasih dan see you on my next blog!!
Wassalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh